Kediri, 21–22 November 2025 — Dua hari penuh semangat dan khidmat mewarnai kegiatan Pelatihan Metode Tartili 2 yang dilaksanakan di Kota Kediri. Kegiatan ini menghadirkan para pendidik Al-Qur’an dari berbagai lembaga pendidikan dengan tujuan meningkatkan kompetensi membaca, mengajar, serta membimbing peserta didik melalui metode Tartili secara profesional.
Pelatihan ini menjadi lanjutan dari tahap pertama dan difokuskan pada pendalaman teknik pengajaran Tartili, penguatan makharijul huruf, serta metode praktik mengajar yang lebih efektif. Dengan suasana penuh motivasi, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur yang berpengalaman di bidang tahsin dan pedagogi Al-Qur’an.
Ujian Bacaan Al-Qur’an: Penentu Kesiapan Guru
Salah satu rangkaian penting dalam pelatihan ini adalah tes bacaan Al-Qur’an. Setiap peserta diuji secara langsung mengenai:
- Ketepatan makharijul huruf
- Kualitas tajwid dalam bacaan
- Irama Tartili yang sesuai kaidah
- Kelancaran dalam melafalkan ayat-ayat tertentu
Tes ini menjadi dasar evaluasi untuk mengetahui kemampuan awal peserta sebelum memasuki sesi praktik mengajar lebih dalam. Banyak peserta yang merasa tertantang karena ujian dilakukan secara personal dan langsung dievaluasi oleh instruktur pelatih.

Sesi Mikroteaching: Latihan Mengajar ala Tartili
Bagian yang paling menarik dari pelatihan ini adalah mikroteaching, yaitu praktik mengajar dalam kelompok kecil. Peserta diminta memerankan guru yang menyampaikan pembelajaran Tartili, sementara peserta lainnya menjadi murid. Dalam sesi ini peserta:
- Menyiapkan materi pengajaran Tartili
- Menyampaikan pembelajaran dalam waktu terbatas
- Dievaluasi teknik mengajar, penyampaian materi, serta sikap sebagai guru Al-Qur’an
Instruktur memberikan umpan balik langsung untuk perbaikan metode mengajar. Hal ini membantu peserta menyadari kelemahan masing-masing dan memperbaiki cara penyampaian agar lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan karakter pedagogi Qur’ani.
Harapan dan Dampak Pelatihan
Dengan terselenggaranya Pelatihan Metode Tartili 2 ini, diharapkan lahir para pendidik Al-Qur’an yang:
✔️ Mampu membaca Al-Qur’an dengan kaidah tartil yang benar
✔️ Mampu mengajarkan Tartili secara sistematis dan mudah dipahami
✔️ Menjadi teladan adab Qur’ani bagi peserta didik
Pelatihan ini juga menjadi bukti nyata komitmen MPP pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan Qur’ani di masyarakat secara luas.
Penutup
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini bukan hanya tentang teknis membaca dan mengajar, tetapi juga membentuk karakter para pendidik agar lebih sabar, disiplin, dan tulus dalam menyebarkan ilmu Al-Qur’an. Semoga kegiatan bermanfaat ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari gerakan besar mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.


Leave a Reply