Pada periode pertengahan dunia Islam (1258 M-1800 M), umat Islam mengalami perubahan yang signifikan dari masa kejayaan pada periode klasiknya. Sebelumnya, dunia Islam dikenal sebagai pusat peradaban yang berkembang pesat dalam ilmu pengetahuan, budaya, dan ekonomi. Namun, mulai dari abad ke-13 M, terjadi serangkaian peristiwa yang mengakibatkan kemunduran dalam berbagai aspek kehidupan umat Islam.
Pertama, penyerbuan bangsa Mongol pada tahun 1258 M mengakibatkan kehancuran besar-besaran terhadap pusat-pusat kekuasaan dan kebudayaan Islam, terutama dengan jatuhnya Baghdad, ibu kota Kekhilafahan Abbasiyah. Hal ini tidak hanya mengakhiri masa keemasan Abbasiyah, tetapi juga menandai awal dari periode ketidakstabilan politik yang berkepanjangan di dunia Islam.
Kedua, dalam bidang keagamaan, munculnya praktik-praktik bid’ah (inovasi agama yang tidak diakui dalam Islam) serta kepercayaan-kepercayaan animisme dan takhayul semakin merusakkan kesucian ajaran Islam dan pola pikir umat Islam secara luas.
Ketiga, disintegrasi politik, peperangan, dan intrik perebutan kekuasaan di antara berbagai dinasti dan kekhalifahan regional menyebabkan stabilitas dan kesejahteraan umat menjadi terancam. Ekonomi terganggu, kehidupan sosial masyarakat terpengaruh, dan ini semakin memperburuk kondisi umat Islam pada waktu itu.
Keempat, pengaruh tarekat dan tasawuf yang semakin meluas dalam kehidupan umat Islam mengarah pada prioritas spiritualitas yang lebih tinggi daripada pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan duniawi. Hal ini menyebabkan stagnasi dalam tradisi intelektual dan pengetahuan umat Islam.
Meskipun mengalami masa kemunduran yang signifikan, dunia Islam tidak sepenuhnya kehilangan pengaruhnya. Keberadaan tiga kerajaan besar pada periode ini — Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Safawi, dan Kekaisaran Mughal — memberikan dorongan baru dalam sejarah dunia Islam. Meskipun tidak mencapai kejayaan Abbasiyah pada masa klasiknya, ketiga kerajaan ini memberikan stabilitas politik, kemakmuran ekonomi, serta perkembangan budaya dan seni yang berarti bagi dunia Islam pada saat itu.
Secara keseluruhan, periode pertengahan dunia Islam ditandai dengan kemunduran politik, sosial, budaya, dan intelektual yang signifikan, namun dengan beberapa cahaya harapan melalui kehadiran kerajaan-kerajaan besar yang berperan dalam mempertahankan keberlangsungan umat Islam di tengah dinamika zaman tersebut.


Leave a Reply